KESEIMBANGAN ANGKA DALAM
AL-QURAN
ABDULLAH/1416120001
Mahasiswa Pendidikan Matematika Semester 2A
ABSTRAK:
penelitian tentang keseimbangan angka yang telah
memunculkan pemikiran baru yaitu dengan mengkolerasikan keseimbangan angka
tersebut dengan islam dengan landasan pengkajian berpusat pada kitab suci
al-quran.jika dilihat secara nilai matematis
pembahasan tentang keseimbangan
angka memang suatu hal yang biasa, tapi akan menjadi suatu keluarbiasaan jika
di hubungkan dengan al-quran.berdasarkan hal tersebut kita dapat menemukan
suatu kesimpulan besar bahwa al-quran
bukan hanya sekedar kitab suci melainkan suatu ciptaan yang maha agung dan
tidak akan mampu tercipta dari hasil pemikiran manusia.
Kata kunci: Keseimbangan Matematika, AL-Quran
- PENDAHULUAN:
Abah Salma Alif Sampayya, penulis buku Keseimbangan
Matematika dalam Alquran , menyatakan, bilangan adalah roh dari matematika dan
matematika merupakan bahasa murni ilmu pengetahuan ( lingua pura ). Setiap
bilangan memiliki nilai yang disebut dengan angka. Peranan matematika dalam
kehidupan pernah dilontarkan oleh seorang filsuf, ahli matematika, dan pemimpin
spiritual Yunani, Phitagoras (569-500 SM), 10 abad sebelum kelahiran Rasulullah
SAW. Phitagoras
mengatakan, angka-angka mengatur segalanya.
Kemudian,
10 abad setelah kelahiran Rasulullah SAW, Galileo Galilea (1564-1642 M),
mengatakan: Mathematics is the language in which God wrote the universe
(Matematika adalah bahasa yang digunakan Tuhan dalam menulis alam semesta). Hal
ini menunjukkan bahwa mereka mempercayai kekuatan angka-angka (bilangan) di
dalam kehidupan. Senada dengan pendapat Galileo, Carl Sagan, seorang fisikawan
dan penulis novel fiksi ilmiah, mengatakan, matematika sebagai bahasa yang
universal.jh
Seperti
halnya alam semesta yang diciptakan-Nya dalam keseimbangan yang menakjubkan,
tanpa cacat, tanpa cela dan dalam ukuran yang tepat, demikian juga halnya
dengan Al-Quran. Al-Quran mengungkap kebenaran dirinya sendiri, salah satunya
dalam bentuk keseimbangan matematika seperti yang tertulis didalam surah Ali-imran
: 190
“Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda
bagi orang-orang yang berakal”(QS ali-imran:190).
Ayat di atas merupakan beberapa contoh yang
disebutkan Allah dalam Alquran mengenai keberadaan angka-angka (bilangan).
Tujuannya agar manusia itu menggunakan akalnya untuk berpikir dan meyakini apa
yang telah diturunkan, yakni Alquran. Allah menciptakan alam semesta ini dengan
perhitungan yang matang dan teliti. Ketelitian Allah itu pasti benar. Dan, Dia
tidak menciptakan alam ini dengan main-main. Semuanya dibuat secara terencana
dan perhitungan.[i]
Dari
hasil penalaran tersebut penulis terinspirasi mengangkat judul KESEIMBANGAN
ANGKA DALAM AL-QURAN dan hal ini membuktikan bahwa sungguh luar biasa ciptaan
tuhan yang tidak pernah tercapai oleh akal fikiran manusia karena pembuktian
akan kolerasi matematika dalam al-quran telah memberi banyak inspirasi untuk
menemukan suatu hal baru.
- PEMBAHASAN:
- Awal Penemuan Rumus
‘Abd
al-Razz.q Nawfal, ketika menulis kitab al-Isl.m D.n wa Duny. (1959), menemukan
jumlah bilangan kata duny. (dunia) dalam al-Qur’an disebutkan dalam bilangan
yang sama dengan akh.rah (akhirat). Selanjutnya ia juga menemukan bahwa kata
syay.th.n (setan) dan mal.’ikah (malaikat) disebutkan dalam bilangan yang sama,
ketika sedang menulis kitab ‘.lam al-Jinn wa al-Mal.’ikah (1968). Pada awalnya,
hal itu tidak dianggap sebagai hal menakjubkan, tetapi setelah ditelusuri di
beberapa tempat, ternyata ia menemukan keajaiban dalam bilangan-bilangan kata
tersebut.
Fenomena
ini memperlihatkan keterkaitan (tan.sub) dan keseimbangan (taw.zun) pada setiap
bentuk redaksional yang ditemukan. Bentuk-bentuk ini kemudian dikategorisasi
berdasarkan keserupaan (mutam.tsilah), kemiripan (mutasy.bihah), keberlawanan
(mutan.qidhah), dan keterhubungan (mutar.bithah). Kategori keserupaan dan
kemiripan dapat dianggap sama, sehingga dapat disebut hubungan sinonimitas,
yaitu kesamaan jumlah bilangan kata dengan kata sinonimnya. Kategori keberlawanan merupakan kesamaan bilangan suatu kata dengan kata
antonim atau lawan katanya. Sedangkan kategori keterhubungan pada umumnya
menunjuk bilangan suatu kata dengan kata lain dalam hubungan sebab-akibat atau
sebaliknya. Dengan demikian, terdapat tiga kategori dalam fenomena atau
diskursus mukjizat ini, yakni keserupaan, keberlawanan dan keterhubungan.
Menurut Quraish Shihab, fenomena ini disebut dengan keseimbangan redaksional
yang terdiri dari lima kategori.
Menurut Nawfal, fenomena ini merupakan salah satu
bentuk i‘j.z al-Qur’.n yang memungkinkan bagi para peneliti atau peminatnya
untuk memunculkan wacana tersebut. Hal ini dapat meningkatkan kesempurnaan iman
seseorang, bahwa al-Qur’an tidak mungkin tidak sebagai wahyu Allah swt kepada
nabi-Nya yang terakhir, karena keadaannya yang di atas kemampuan akal manusia
dan makhluk lainnya. Oleh karena itu, diskursus baru dalam mukjizat al-Qur’an
ini disebut sebagai al-i‘j.z al-‘adad. (kemukjizatan bilangan angka dalam
al-Qur’an yang mulia).
Al-Qur’an menginformasikan bahwa dalam ciptaan Allah
terdapat kesesuaian atau keseimbangan, sebagaimana disebutkan dalam surah
Al-Hijr ayat14.
öqs9ur $oYóstFsù NÍkön=tã $\/$t/ z`ÏiB Ïä!$yJ¡¡9$# (#q=sàsù ÏmÏù tbqã_ã÷èt ÇÊÍÈ
Dan jika seandainya kami membukakan kepada mereka salah satu dari
(pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya(QS. Al-Hijr :
14 )
Surah Al-Mulk Ayat 3:
Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak
seimbang?(QS. Al-Mulk: 3)
Begitu pula halnya dengan al-Qur’an, selain hanya
memberikan informasi dalam hal tersebut, ia juga memiliki prinsip-prinsip
kesesuaian, keseimbangan, keserasian, ataupun keterhubungan yang dapat dihitung
dengan angka/bilangan. Informasi dan interpretasi seperti ini merupakan salah
satu landasan pemikiran tentang adanya kemukjizatan al-Qur’an dalam hal jumlah
atau bilangan, khususnya rumus keseimbangan angka.
- Bentuk-bentuk rumus keseimbangan angka
Bentuk-bentuk
keseimbangan bilangan redaksional merupakan hasil penelitian terhadap
lafal-lafal (alf.zh) yang menurut hitungan Nawfal secara keseluruhan mencapai
jumlah 51.924 kata. Penelitian ini difokuskan pada pola kesamaan makna,
keterkaitan maksud, dan kesesuaian lainnya yang ditunjukkan oleh jumlah
penyebutannya dalam al-Qur’an. Dari penelitian ini tampak
dominasi rumus keseimbangan bilangan redaksi kata-kata tertentu dalam
al-Qur’an. Hasil-hasil penelitiannya terhadap kata-kata tersebut dapat
diringkas sebagai berikut:
v Keseimbangan kata sinonim,
semakna atau serupa:
- al-la’nah, al-karahiyah masing-masing sebanyak 41
- yauma’id, al-qiyamah masing-masing sebanyak 70
- al-bukhl, al-hasrah, al-thama’, al-juhud masing-masing sebanyak 12
- al-jabr, al-qahr, al-‘uthuww masing-masing sebanyak 10
- al-‘ajab, al-ghurur masing-masing sebanyak 27
- al-harb, al-asra masing-masing sebanyak 6
- al-ghawayah (al-khata’, al-khathi’ah) masing-masing sebanyak 22
- al-fakhsya’, al-baghy masing-masing sebanyak 24
- al-istm, (al-fakhsya’, al-baghy) masing-masing sebanyak 48
- al-asbath, al-hawariyun, (al-ruhban, alqissisun) masing-masing sebanyak 5
- al-harts, al-zira’ah, al-fakihah, al-atha’ masing-masing sebanyak 14
- al-syajar, al-nabat masing-masing sebanyak 26
- al-albab, al-af’idah masing-masing sebanyak 16[ii]
v Kesimbangan antara jumlah Bilangan
Kata dengan Bilangan Antonimnya:
- Al Hayah (hidup) dan Al Mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali
- An Naf (manfaat) dan Al Madharrah (mudarat) masing-masing 50 kali
- Al Har (panas) dan al Bard (dingin), masing-masing 4 kali
- A Shalihat (kebajikan) dan Al Sayyi’at (keburukan), masing-masing 167 kali
- Al Thuma’ninah (kelapangan/ ketenangan) dan Al Dhiq (kesempitan/ kekesalan), masing-masing 13 kali
- Ar Rahbah (cemas/takut) dan Al Raghbah (hapap/ingin), masing-masing 8 kali
- Al Kufr (kekufuran) dan Al Iman, masing-masing 17 kali
- Al Shayf (musim panas) dan Al Syita’ (musim dingin), masing masing 1 kali
v Kesimbangan Jumlah Kata dengan
dengan Sinonimnya/ makna yang Dikandungnya:
- Al Harf dan Al Zira’ah (membajak/ bertani), masing-masing 14 kali
- Al ‘Ushb dan Al Dhurur ( membanggakan diri/ angkuh) masing-masing 27 kali
- Al Dhallun dan Al Mawta (orang sesat/mati (jiwanya), masing-masing 17 kali
- Al Islam dan Al Wahyu (Al Qur’an, wahyu, dan Islam), masing-masing 70 kali.
- Al ‘Aql dan An Nur (akal dan cahaya) masing-masing 49 kali
- Al Jahr dan Al’Alamiyah (nyata), masing-masing 16 kali
v Keseimbangan antara Jumlah Bilangan
Kata dengan Jumlah Kata yang Menunjuk pada Akibatnya:
- Al Infaq (Infaq) dengan Ar Ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali
- Al Bukhl (kekikiran) dengan Al Hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali
- Al Zakah (zakat/penyucian) dengan Al Barakat (kebajikan yan banyak), masing-masing 32 kali
- Al Fahisyah (kekejian) dengan Al Ghadb (murka), masing-masing 26 kali
v Keseimbangan antara Jumlah Bilangan
kata dengan Kata Penyebabnya:
- Al Israf (pemborosan) dengan Al Sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali
- Al Maw-izhah (nasihat/petuah) Al Lisan (lidah), masing-masing 25 kali
- Al Asra (tawanan) dengan Al Harb (perang), masing-masing 6 kali
- Al Salam (kedamaian) dengan Al Thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali
v Disamping Keseimbangan-keseimbangan Tersebut, Ditemukan juga
Keseimbangan Khusus:
- Kata Yaum (hari) dalam bentuk tunggal, masing-masing sejumlah 365 kali. Sama dengan jumlah hari dalam satu tahun.
- Sedangkan kata hari yang menunjukkan kata plural (Ayyam) dan dua (Yaw-mayni) jumlah keseluruhannya 30, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Di sisi lain kata yang berarti bulan (Syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun
- Al Qur’an menjelasakan bahwa langit ada 7, penjelasan ini diulanginya dalam 7 kali pula
- Kata-kata yan menunjukkan kepada utusan Tuhan baik Rasul atau Nabiyy (nabi) atau Basyir (pembawa berita), atau Nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali[iii]
- Kata “Syahr” ( bulan) disebutkan sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
- Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
- Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ disebutkan sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
- Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah sujud dalam solat 5 waktu
- Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
- Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib[iv].
Fenomena
yang menarik pula adalah adanya isyarat dari suatu ayat tentang lafal-lafal
tertentu yang kemudian dapat diteliti jumlahnya dalam al-Qur’an. Seperti
tersebut dalam Qs. al-Ahz.b/33: 35, kata-kata al-muslim.n sampai dengan
al-dz.kir.t disebutkan seluruhnya sebanyak 259 kali. Angka ini merupakan
bilangan yang sama dengan jumlah keseluruhan dari kata-kata al-ajr, al-fath,
dan al-‘azh.m, yang juga disebutkan dalam ayat yang sama.
Termasuk hasil penghitungan Nawfal adalah ditemukannya
kata-kata dengan kategorisasi di atas namun tidak menghasilkan bilangan yang
seimbang. Bentuk ini dinyatakan dengan perbandingan atau kelipatan dari
bilangan kata pertama terhadap kata kedua. Bentuk ini ternyata terdiri dari
perbandingan 1 : 2, atau kelipatan 2, seperti yang dapat ditemukan pada:
No. Kata Kata. Jumlah
1. al-rahman al-rahim 57 : 114
2. al-abrar al-fujjar 3 : 6
3. al-‘usr alyusr 12 : 36
4. al-jaza’ al-maghfirah 117 : 234
5. al-dhalalah al-ayat 191 : 382
Menurut hemat penulis, hasil penghitungan ini tidak
memberikan kontribusi untuk membuktikan atau mendukung rumus keseimbangan
angka, jika dibandingkan dengan daftar kata-kata tersebut di atas. Namun, hal
ini dapat digunakan untuk menguatkan adanya prinsip keserasian dalam bilangan
kata, meskipun tidak berarti keseimbangan dalam jumlah. Kelima bentuk di atas
menunjukkan bentuk keserasian dalam perbandingan jumlah kata, yakni 1
berbanding 2.
Baca Juga
- Cara mendapatkan pulsa 15.000 secara gratis menggunakan aplikasi pede
- Usaha jualan pulsa, data internet, tiket pesawat, tagihan listrik, PDAM DLL hanya menggunakan satu aplikasi secara gratis
- EKLANKU MAX: Pendaftaran Gratis dan Menjadi Mitra Bisnis Online ( Otu Chat, Eklanku Shopping, Gowist, Oway, dan Payku )
- Dimensi-dimensi pendidikan karakter
- Dasar Filsofi Implementasi Pendidikan Karakter
- HAKIKAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
- Matematika islam
- hakikat, visi dan misi pendidikan islam
- makalah problem demokrasi dan peran warga negara
- Makalah ragam tulis ilmiah
- Pengertian dan Hubungan antara Iman Islam dan Ihsan
- makalah hadist
- Ilmu budaya dan sosial
- contoh peper
- contoh proposal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar