Kamis, 31 Maret 2016

HAKIKAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK



BAB II
PEMABAHASAN

A.    HAKIKAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
1)      Pertumbuhan anak
Pertumbuhan ialah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangung secara normal pada anak yang sehat dalam peredaran waktu tertentu.Pertumbuhan juga dapat diartikan sebagai proses transisi dari konstitusi fisik (keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan.Hasil pertumbuhan antara lain adalah perubahan-perubahan pada struktur jasmaniah dan dan perubahan-perubahan sistem persyarafan. Dengan demikian pertumbuhan dapat disebutkan pula sebagai proses perubahan dan pematangan fisik.

2)      Perkembangan anak
Perkembangan adalah perubahan perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada anak, ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam waktu tertentu menuju kedewasaan.Perkembangan bisa juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi psiko-fisik yang herediter, dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan yang menguntungkan dalam perwujudan proses aktif menjadi secara kontinu.
Dapat difahami dari definisi perkembangan diatas bahwa perkembangan itu adalah proses pematangan baik jiwa atau jasmani (psiko-fisik)  karena hasil dari pematangan yang disebabkan, baik karena lingkungan atau karena belajar. Perkembangan itu bisa di rincikan  sebagai berikut :
a.       Seorang anak berkembang karena fungsi-fungsi fisik yang sudah matang
b.      Seorang anak  berkembang karena matangnya fungsi-fungsi psikisnya
c.       Anak belajar mencoba kemampuan jasmani dan rohaninya

            Pada dasarnya pertumbuhan dan pekembangan anak merupakan suatu hal dasar yang sangat penting untuk diketahui.Adapun hal penting yang mendasari hal tersebut  yaitu :
1.             Masa perkembangan yang cepat yaitu teradi pertumbuhan pada anak  yang cepat dibandingkan dibanding perubahan yang dialami spesies lain .Perubahan fisik,misalnya pada tahun pertama lebih cepat dari pad tahun-tahun berikutnya.Hal yang sama terjadi juga pada perubahan yang menyangkut interkasi sosial,perolehan dan penggunaan bahasa,kemampuaan mengingat serta berbagai fungsi lainnya.
2.             Pengaruh yang lama,Alasan lain mengapa mempelajari anak ialah bahwa peristiwa-peristiwa dan pengalaman pada tahun awal mmenunjukkan pengaruh yang lama dan kuat terhadap perkembangan individu pada masa berikutnya .kebanyakan ahli teori psikologi berpendapat bahwa apa yang terjadi ,hari ini sangat banyak ditentukan oleh perkembangan kita sebbagai anak.
3.             Proses yang kompleks sebagai peneliti yang coba memahami  perilaku orang dewasa yang kompleks berpendapat bahwa mengkaji  tentang bagaimana perilaku itu pada saat masih sederhana  akan sangat bergun.Misalnya ialah bahwa kebanyakan orang dapat membuat kalimat yang panjang dan dapat di mengerti oleh orang lain. Manusia mampu berkomunikasi dari cara yang sederhana sampai yang kompleks karena bahasa yang di pergunakan mengikuti aturan tertentu.Tapi menentukan apa aturan itu dan bagaimana  menggunakan adalah sulit.suatu pendekatan terhadap masalah ini adalah dengan mempelajari proses kemampuan berbahasa.Anak hanya membentuk kalimat yang hanya terdiri atas satu aatau dua kata,kalimat itu muncul dengan mengikuti aturan yang diajarkan orang dewasa.Dengan mengkaji kalimat pertama tersebut para peneliti bahasa bertambah wawasannya tentang mekanisme cara berbicara orang dewasa yang lebih kompleks.
4.             Nilai yang diterapkan kebanyakan ahli psikologi perkembangan melakukan penelitiannya dalam laboratorium dan sering kali mengkaji pertanyaan-pertanyaan teoritis berdasarkan hasil penelitiannya.Produk penelitian ini kadang-kadang dapat di terapkan di dunia nyata .Misalnya penelitian tentang tahap awal perkembangan sosial secara relevan  berkaitan dengan orang tua  tentang peranannya dalam kehidupan sehari-hari,percobaan tentang strategi pemecahan masalah pada anak akan memberikan informasi berharga mengenai metode mengajar yang baik.Hasil penelitian teoristis dapat secara langsung atau tidak dapat mempengaruhi pola pendidikan atau pengajaran.
5.             Masalah yang menarik,anak merupakan makhluk yang mengagumkan dan penuh teka-teki serta menarik untuk dikasi.Kemudahan anak umur dua tahun untuk mempelajari bahasa ibunya dan kreativitas anak untuk bermain dengan temannya merupakan dua hal dari karakteristik anak yang sedang berkembang.Misalnya banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan anak yang merupakan misteri dan menarik.Dalam hal ini ilmu pengetahuan lebih banyak menjumpai pertanyaan dari pada jawabannya

1)      Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan :
a.       Faktor-faktor sebelum lahir, contohnya : peristiwa kekurangan nitrisi pada ibu dan janin, janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, terkena infeksi oleh bakteri syphilis, terkena penyakit bagang, TBC, Kholera, Typhus, gondok, sakit gula dan lain-lain.
b.      Faktor ketika lahir, contohnya : pendarahan pada bagian kepala bayi, disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan. Dan oleh defak pada susunan syaraf pusat, karena kelahiran bayi dengan bantuan tang.
c.       Faktor sesudah lahir, contohnya pengalaman traumatik (luka-luka) pada kepala, kepala bagian dalam terluka karena bayi terjatuh, kepala terpukul atau mengalami serangan sinar matahari, infeksi pada otak atau selaput otak, misalnya oleh penyakit cerebral meningitis, gabag, malaria tropika, dyptheria, radang kuping bernanah, dan lain-lain. Kekurangan nutrisia atau zat makanan dan gizi.
d.      Faktor psiokologis, contohnya bayi ditinggalkan kedua orangtuanya, anak dititipkan dalam satu institusionalia (rumah sakit, rumah yatim piatu, yayasan perawatan bayi, dan lain lain). Sehingga mereka kurang sekali mendapatkan perawatan jasmaniah dan kasih sayang.
2)      Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah  :
a.       Faktor herediter (warisan sejak lahir/bawaan)
b.      Faktor lingkungan, menguntungkan atau tidak
c.       Kematangan, fungsi-fungsi organis dan fungsi-fungsi psikis
d.      Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemampuan, kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri.
Fungsi-fungsi keperibadian tidak hanya berhubungan dengan aspek jasmaniah, tetapi juga terkait dengan aspek kejiwaan. Fungsi-fungsi keperibadian bersifat jasmaniah, misalnya fungsi motorik pada bagian-bagian tubuh, fungsi sensoris pada alat-alat indera, fungsi motorik pada sistem syaraf dan lainnya.Sedangkan fungsi-fungsi keperibadian yang bersifat kejiwaan misalnya, fungsi perhatian, tanggapan, ingatan, fantasi, pikiran perasaan dan kemauan. Setiap fungsi yang disebutkan, baik jasmaniah maupun kejiwaan dapat mengalami perubahan.  Baik fungsi fungsi jasmaniah maupun kejiwaan, keduanya mempengaruhi sikap mental dan aktivitas belajar anak. Perubahan fungsi fisiologis (jasmaniah) seperti otak dan sistem syaraf menghasilkan pertumbuhan kapasitas intelektual atau kecakapan melakukan sesuatu.



C.     HUKUM-HUKUN PERKEMBANGAN
            Hukum perkembangan adalah prinsip-prinsip yang mendasari perkembangan fisik maupun psikis individu. Sebagian ahli psikologi ada yang lebih senang menggunakan istilah “prinsip-prinsip perkembangan” dan tidak mau menggunakan istilah hukum perkembangan. Akan tetapi, di Indonesia yang lebih dikenal adalah istilah hukum perkembangan daripada prinsip perkembangan. Perbedaan istilah tersebut tidak memberikan pengaruh fundamental terhadap makna dasar yang dikandungnya. Oleh karena itu, dalam tulisan ini digunakan istilah hukum perkembangan.
Pengertian hukum sudah tentu mengandung arti keteraturan dan keselaluan terjadinya suatu peristiwa. Demikian jelasnya pengertian hukum itu, terdapat dalam peristiwa-peristiwa fisika, misalnya hukum pemuaian logam yang dipanaskan. Pengertian hukum-hukum fisika itu akan dicoba sebagai metode untuk menyelidiki gejala-gejala pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana anak-anak tidak boleh dipandang semata-mata benda fisika, tetapi serta-merta anak itu hidup merohani dan membudaya. Sehingga hukum-hukum psikologi tidak akan se-eksa hukum-hukum fisika.
Hukum perkembangan adalah kaidah fundamental tentang realitas kehidupan anak-anak (manusia), yang telah disepakati kebenarannya berdasarkan hasil pemikiran dan penelitian yang seksama. Misalnya, seorang anak baru bisa berkembang, apabila ia dalam keadaan hidup. Ini merupakan hukum yang sudah pasti, sehingga tak mungkin dibantah kebenarannya oleh siapapun jua. Jadi, hidup adalah syarat mutlak bagi terjadinya proses perkembangan. Karena sudah pasti dan mutlak kebenarannya, maka dalam ilmu jiwa perkembangan, susunan kalimat pernyataan seperti itu disebut hukum.
Adapun macam-macam hukum perkembangan sebagian akan dibahas sebagai berikut:
1)      Hukum Kesatuan Organis       
Menurut hukum ini anak terdiri dari organ-organ (anggota) tubuh yang merupakan satu kesatuan organis, bukan suatu penjumlahan atau suatu kumpulan unsur yang berdiri sendiri. Di antara organ-organ tersebut antara fungsi dan bentuknya tidak dapat dipisahkan. Pernyataan-pernyataan psikis satu sama lain saling bersangkut-paut, pengaruh-mempengaruhi dan merupakan suatu keseluruhan.

2)      Hukum Tempo Perkembangan
Sesuai dengan istilahnya, tempo berarti waktu atau masa. Menurut hukum ini, setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sendiri-sendiri. Artinya, ada anak yang mengalami perkembangan cepat, sedang, dan ada pula yang lambat. Di antara jenis kelamin yang berbeda pun terdapat tempo perkembangan yang berbeda.

3)      Hukum Masa Peka
Masa peka adalah suatu masa ketika fungsi-fungsi jiwa menonjolkan diri ke luar, dan peka akan pengaruh rangsangan yang datang. Istilah masa peka pertama kali ditampilkan oleh seorang ahli Biologi (biolog) dari Belanda, bernama Prof. Dr. Hugo de Vries kemudian masa peka ini dibawa ke dalam dunia pendidikan oleh Dr. Maria Montessori, seorang pendidik berkebangsaan Italia. Menurutnya, masa peka merupakan masa pertumbuhan ketika suatu fungsi jiwa mudah sekali dipengaruhi dan dikembangkan. Masa peka ini hanya datang sekali selama hidupnya. Apabila masa peka ini tidak digunakan sebaik-baiknya atau tidak mendapat kesempatan untuk berkembang, maka fungsi-fungsi tersebut akan mengalami kelainan atau abnormal, dan hal ini akan menganggu perkembangan selanjutnya.

4)      Hukum Predistinasi
Predistinasi berarti nasib atau takdir. Pada setiap umat beragama ada kepercayaan terhadap nasib atau takdir yang telah ditetapkan Tuhan baginya. Meskipun mungkin saja terdapat perbedaan penafsiran mengenai hukum takdir ini sesuai dengan paham agama dan kepercayaan masing-masing, tetapi pada umumnya semua umat beragama mengakui bahwa segala yang terjadi atas diri manusia, baik secara kelompok maupun perseorangan, tidak terlepas dari kodrat dan iradat. Dengan kata lain, segala sesuatu terjadi atas takdir Tuhan, yang harus diterima manusia sebagai nasib baginya.

5)      Hukum Trotzalter (Masa Menentang)
Hukum trotzalter berpandangan bahwa perkembangan individu tidak selalu berlangsung dengan tenang dan teratur, tetapi pada masa-masa tertentu terjadi data guncangan yang membawa perubahan secara radikal.
Hal demikian dapat ditemui misalnya pada individu yangberusia sekitar 3 sampai 7 tahun. Wujud nyata perilaku yang seringkali ditunjukkan adalah anak-anak kelihatan nakal, keras kepala, kuat kemauan dan keinginannya, tak mau menurut orang lain,adanya sikap mampu berdiri sendiri, mampu mengerjakan sesuatu secara sendiri, dan merasa tidak terlalu perlu bantuan orang lain sehingga seringkali timbul sikap menentang ketika ada stimulus dari orang lain yang dirasa kurang sesuai. Sering kali pada masa demikian itu disebut anak bengal. Masa itu tadi disebut juga masa menentang yang pertama, masa storm and stress pertama dalam masa perkembangan anak.Dengan bimbingan yang baik, sifat-sifat negatif tadi akan lewat dengan sendirinya tanpa bekas.


Baca Juga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar