BAB I
PENDAHULUAN
Menurut
teori evolusi, semua
spesies yang ada di alam sekarang
ini merupakan hasil
evolusi dari sebuah
sel primitif protobion
yang terbentuk kira-kira
3,8 milliar tahun yang
lalu . Menurut teori
itu pula, sel
hidup pertama berasal
dari materi tak
hidup melalui peristiwa
kebetulan. Ada banyak
ahli yang mendukung
teori tersebut, tetapi
banyak pula yang
menentangnya . Kelompok yang
menentang teori evolusi
berpendapat bahwa makhluk
hidup yang ada
di alam ini
merupakan hasil penciptaan
sang maha pencipta.
Teori tersebut dinamakan
teori penciptaan. Teori
itu berpendapat makhluk
hidup di ciptakan
secara periodik pada
masa-masa tertentu.
Menurut
pendapat para ahli
yang menganut teori
penciptaan, teori evolusi
memiliki banyak kelemahan
dan tidak memiliki
cukup bukti untuk
mempertahankan kebenaran teorinya.
Menurut mereka, teori
evolusi Darwin tidak
di dasarkan pada
temuan ilmiah yang
konkret, tetapi di bangun
hanya berdasarkan asumsi-asumsi. Dalam
bukunya yang berjudul
The Origin of
Species, Darwin juga
mengakui adanya “kesulitan-kesulitan teori”
dan masih berharap
hal itu dapat
terpecahkan dengan adanya
penemuan-penemuan ilmiah baru.
Namun beberapa temuan-temuan
ilmiah yang baru
justru makin mempersulit
teori-teorinya. Menurut penganut
teori penciptaan, teori
evolusi Darwin memiliki
3 kelemahan mendasar,
yaitu:
·
Tidak dapat
menjelaskan bagaimana kehidupan
di bumi bermula;
·
Tidak ada
penemuan ilmiah yang
menunjukkan bahwa “Mekanisme
evolusi” yang di
ajukan oleh teori
tersebut memiliki kekuatan
untuk berevolusi;
·
Terdapat catatan
fosil yang menunjukkan
adanya hal-hal yang
berlawanan dari apa
yang di kemukakan
oleh teori evolusi.
Berikut ini beberapa teori baru:
1.1 Teori Evolusi Sintesis.
Beberapa ahli menghasilkan sebuah sintesis yang merupakan hasil perpaduan dari berbagai bidang mereka menjadi sebuah teori evolusi lain yang diperbaharui.
Para ilmuwan yang berperan
serta dalam membangun teori baru ini termasuk ahli genetika, yaitu G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky, ahli ilmu hewan Ernst Mayr
dan Julian Huxley, ahli palaentologi George Gaylond Simpson dan Glenn L, serta ahli genetika matematis Sir Ronald A. Fisher dan Sewall Wright. Mutasi adalah kerusakan
yang terjadi untuk alasan yang
tidak diketahui, dalam mekanisme
penurunan sifat pada makhluk hidup. Makhluk hidup yang mengalami mutasi memperoleh bentuk yang tak lazim dan menyimpang dari informasi genetik yang mereka warisi dari induknya.
Kelompok The Geological
Society of America
(Perkumpulan Masyarakat Geologi Amerika) menamai teori baru ini dan membuat rumusan dengan menambahkan gagasan mutasi pada teori seleksi alam Darwin sebagai teori evolusi sintesis. Dalam waktu singkat teori ini menjadi dikenal dengan nama neo-Darwinisme. Namun , terdapat sebuah
masalah besar. Memang benar bahwa mutasi mengubah informasi genetic makhluk hidup, tetapi perubahan ini selalu terjadi dengan dampak merugikan bagi makhluk hidup bersangkutan.
Menurut para penganut neo-Darwinisme, saat ini permasalahan mutasi masih
menjadi kebuntuan besar bagi Darwinisme. Meskipun teori seleksi alam menganggap mutasi sebagai satu-satunya sumber dari perubahan menguntungkan, tidak ada mutasi dalam bentuk apapun yang teramati dan benar-benar menguntungkan yang memperbaiki informasi genetik. Satu kebuntuan lain bagi neo-Darwinisme datang dari catatan fosil. Bahkan pada masa Darwin, fosil telah menjadi rintangan yang penting bagi teori ini. Sementara Darwin sendiri mengakui tak adanya fosil spesies peralihan. Dia juga meramalkan bahwa penelitian selanjutnya akan menyediakan bukti atas bentuk
peralihan yang hilang ini.
1.2.
Teori dalam Krisis.
Teori Darwin pernah jatuh terpuruk
dalam krisis
karena hukum-hukum
genetika yang ditemukan
pada perempatan pertama abad ke-20. Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang, seorang ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hokum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan
Mendel mendapat perhatian besar di awal
tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu
genetika. Beberapa waktu kemudian,
struktur gen dan
kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi
informasi genetik menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan
ketidaksamaan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.
Seorang ahli biokimia Australia yang bernama Prof. Michael Denton menyanggah teori Darwinisme. Menurut dia terdapat pertentangan mencolok ketika teori evolusi dihadapkan
dengan penemuan-penemuan ilmiah dalam berbagai bidang seperti asalusul kehidupan, genetika populasi, anatomi perbandingan, ilmu fosil, dan biokimia. Menurut dia, evolusi adalah sebuah teori yang sedang dilanda krisis.
BAB II
TEORI EVOLUSI
TIDAK DAPAT MENJELASKAN
BAGAIMANA KEHIDUPAN DI
BUMI BERMULA
Menurut teori
evolusi, semua spesies
makhluk hidup adalah
produk evolusi sebuah
sel hidup tunggal
yang muncul dari
bumi primitif sekitar
3,8 milliar tahun
yang lalu. Dari
sebuah sel tunggal
tersebut, secara berangsur-angsur akan
terbentuk jutaan spesies
makhluk hidup yang
kompleks.
Dalam teorinya,
Darwin tidak pernah
merujuk kepada asal-usul
kehidupan. Pemahaman sains
pada masa Darwin
masih beranggapan bahwa
makhluk hidup mempunyai
struktur yang sangat
sederhana sehingga pembentukan
sebuah sel hidup
dari bahan tak
hidup sangat mungkin
terjadi.
2.1 Teori Harun Yahya.
Salah satu tokoh yang kontra dengan
Darwinisme dan teorinya adalah Adnan Oktar atau yang dikenal dengan nama Harun Yahya. Beliau adalah seorang
da’I dan ilmuwan
terkemuka asal Turki yang memiliki
nama asli Adnan Oktar , yang lahir pada tahun 1956 di Ankara. Dalam karyanya
yang berjudul Keruntuhan
Teori Evolusi, Harun Yahya mengungkapkan
bantahan-bantahannya terhadap teori evolusi
yang dicetuskan oleh Darwin diatas.
Dalam karya Adnan Oktar yang berjudul Keruntuhan Teori Evolusi, menjelaskan, bahwa apapun yang diciptakan atau ada di dunia ini, bukanlah merupakan sebuah kebetulan belaka. Pada tulisan awal saya, saya menjelaskan tentang bagaimana para ahli evolusi menjelaskan bahwa seluruh makhluk hidup memiliki satu nenek moyang yang sama.
Dalam ulasannya, Harun Yahya memaparkan kesalahan Darwin mengenai sel. Darwin menjelaskan bahwa seluruh makhluk hidup bermula dari sel prokariotik. Tapi, apa yang dilihat oleh Darwin adalah, penampakkan prokariotik dari mikroskop yang tidak secanggih mikroskop pada masa kini. Lebih singkatnya, Darwin melihat dari lensa mikroskop yang tidak secanggih sekarang. Pada zaman Darwin, mikroskop hanya mampu melihat sel sebagai
sesuatu yang sangat sederhana. Tapi, pada era mikroskop abad ini, sel terlihat sebagai sebuah komponen yang rumit, yang tentu kerumitannya ada secara serempak dan tidak melalui tahap evolusi, apalagi kebetulan.
Harun Yahya merupakanpihak yang menentang
Teori Evolusi dari sudut
pandang yang berbeda Menurut
pandangan Harun Yahya, konsep kehidupan
yang berasal
dari benda mati bertentangan dengan
hokum dasar biologi. Dalam karyanya, Harun Yahya mengungkapkan
bahwa Teori Evolusi yang di
kemukakan oleh Darwin merupakan gagasan yang tidak ilmiah. Ada beberapa hal yang di jadikan dasar bagi Harun Yahya
untuk membantah Teori Evolusi
Darwin .Yang pertama, masih minimnya
kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi pada
masa Darwin dan Lamarck untuk
menjelaskan fenomena asal usul kehidupan .
Ilmu genetik dan biokimia pada masa
Darwin belum ada sehingga mempersempit
penjelasan Darwin tentang evolusi
dari sudut pandang genetika
dan biokimia. Yang kedua, komposisi dan susunan unsure
genetic pada makhluk
hidup yang sangat rumit menunjukkan ketidakabsahan mekanisme
evolusi kehidupan. Menurut
Harun Yahya, kerumitan yang ada dalam
setiap unsure genetic
tersebut merupakan hasil rancangan Sang Pencipta alam
semesta ini.
Harun Yahya juga mengungkapkan kelemahan-kelemahan bukti evolusi
yang dikemukakan oleh Darwin, salah satunya.
Dari catatan berbagai
fosil yang ditemukan, tidak ada satu pun fosil yang menunjukkan
bentuk transisi yang
dapat dijadikan sebagai
petunjuk proses evolusi. Di samping
itu, perbandingan anatomi
menunjukkan bahwa spesies yang di duga telah berevolusi dari spesies lain ternyata
memiliki ciri-ciri anatomi yang sangat berbeda,
sehingga mereka tidak mungkin menjadi
nenek moyang dan keturunannya.
Mengenai seleksi
alam, Harun Yahya mengungkapkan bahwa tidak pernah
ada satu spesies pun yang mampu
menghasilkan spesies lain melalui
mekanisme seleksi alam. Sebagai contoh, masih ingatkah
kalian tentang
evolusi kupu-kupu Bistonbetularia di Inggris?.
Menurut Harun Yahya, terbentuknya kupu-kupu
Bistonbetularia bersayap gelap yang terjadi
pada awal revolusi
industry di Inggris
sebenarnya tidak ada. Cerita
sebenarnya adalah pada awalnya warna kulit batang
pohon di Inggris benar-benar terang .
Oleh karena itu, kupu-kupu berwarna
gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut
mudah terlihat oleh burung-burung pemangsa, sehingga mereka
memiliki kemungkinan hidup yang rendah.
Lima puluh tahun kemudian
akibat polusi, warna kulit kayu menjadi lebih gelap dan saat itu kupu-kupu berwarna
cerah menjadi mudah di buru. Akibatnya,
jumlah
kupu-kupu berwarna cerah berkurang,
sementara populasi kupu-kupu
berwarna gelap meningkat
karena tidak mudah terlihat oleh pemangsa.
Dalam kasus ini,
Harun Yahya menganggap
bahwa tidak b terjadi perubahan
warna sayap kupu-kupu yang diturunkan . Namun, yang terjadi
sebenarnya adalah jumlah
kupu-kupu yang berwarna cerah telah banyak
dimangsa oleh burung-burung
pemangsa, sehingga jumlah
kupu-kupu berwarna cerah lebih sedikit
disbanding kupu-kupu yang berwarna
lebih gelap.
2.2 Teori Biogenesis.
Biogenesis
adalah produksi kehidupan organisme atau organel baru. Hukum biogenesis, dianggap dicetuskan oleh Louis Pasteur,
observasi bahwa benda hidup hanya dapat dihasilkan
dari benda hidup yang lain, dengan reproduksi (misalnya lalat bertelur, yang menetas
menjadi lalat-lalat). Jadi, kehidupan tidak dihasilkan
dari generasi.
Hal
ini disarikan dengan frase
bahasa Latin Omne
vivum ex vivo,
yang artinya "semua kehidupan berasal dari kehidupan.
" Pernyataan yang serupa adalah
Omnis cellula e cellula, "semua sel berasal dari sel.
Istilah "biogenesis" dicetuskan oleh Henry
Charlton Bastian bermakna bahwa pembentukan kehidupan yang berasal
dari benda mati, tetapi Thomas Henry
Huxley memilih istilah "abiogenesis" dan mendefinisikan
biogenesis untuk kehidupan dari berasal
kehidupan yang sudah ada.
Menurut teori tersebut terjadi paling
sedikit satu kali
dalam sejarah dunia, atau sejarah alam semesta (lihat panspermia), ketika kehidupan pertama kalinya muncul.
BAB III
TIDAK ADA TEMUAN
ILMIAH YANG MENUNJUKKAN
BAHWA “MEKANISME EVOLUSI”
YANG DI AJUKAN
TEORI EVOLUSI MEMILIKI
KEKUATAN UNTUK BEREVOLUSI.
Darwin menyatakan
bahwa evolusi terjadi
karena adanya mekanisme
seleksi alam. Menurut
teori mekanisme seleksi
alam, makhluk hidup
yang lebih kuat
dan sesuai dengan
kondisi alam habitatnya
akan bertahan hidup,
sedangkan yang lemah
cenderung mengalami kepunahan.
Kenyataan ini di
sadari oleh Darwin,
dengan menyatakan bahwa
seleksi alam tidak
dapat melakukan apapun
hingga terjadi variasi
yang menguntungkan.
3.1 Variasi yang Menguntungkan.
Darwin mencoba
menjawab pertanyaan ini
berdasarkan pemahaman sains
yang primitif di
zamannya menurut seorang
Lamarack, ahli biologi
Prancis yang hidup
sebelum Darwin, mahkluk
hidup meneruskan sifat-sifat
yang mereka peroleh
sepanjang masa hidupnya
kepada generasi selanjutnya.
Sifat-sifat tersebut, yang
terakumulasi dari satu
generasi ke generasi
lainnya, menyebabkan terbentuknya
spesies.
Seleksi alam,
mekanisme mutasi juga
di anggap merupakan
penyebab terjadinya evolusi.
Menurut paham evolusi modern,
mutasi di anggap (perubahan pada
gen makhluk hidup karena faktor-faktor
eksternal, sepeti radiasi
atau kesalahan replikasi)
sebagai penyebab munculnya
variasi yang menguntungkan. Menurut
teori evolusi, jutaan
makhluk hidup yang
ada di atas
bumi terbentuk sebagai
hasil dari proses
mutasi banyak organ
kompleks organisme.
3.2 Terdapat Catatan
Fosil yang Menunjukkan
adanya Hal-hal yang Berlawanan dari
apa yang di Kemukakan
Oleh Teori Evolusi.
Menurut teori
evolusi, setiap spesies
makhluk hidup berasal
dari sepsis terdahulu.
Suatu spesis yang
telah ada sebelumnya
lama kelamaan akan berubah
menjadi spesis. Semua
spesis di alam
ini terbentuk dengan
cara seperti itu,
secara perlahan dan
dalam periode yang
panjang.
Para penganut
teori penciptaan menyebut
makhluk-makhluk tersebut merupakan
makhluk khayalan yang
tidak pernah ada.
Para penganut teori
penciptaan berkeyakinan bahwa
jika spesis transisi
tersebut benar-benar pernah
ada, pasti terdapat
jutaan makhluk peralihan
yang jumlahnya tiap
spesis juga berjuta-juta.
Darwinpun mengemukakan pendapatnya
bahwa jika teori
tersebut benar, akan
di temukan banyak
sekali jumlah spesis
transisi/antara yang menghubungkan
semua spesis dalam
grup yang sama
dan bukti keberadaannya
dapat di temukan
di antara sisa-sisa
fosil.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan.
Adapun kesimpulan
dan saran dari
paper kami mengenai
kecenderungan
baru
teori evolusi adalah
teori lalu tidak
dapat menyampaikan atau
menjelaskan bagaiman kehidupan
di bumi bermula.
Dan dalam
teori-teori ini, Darwin
tidak pernah merujuk
pada asal-usul kehidupan.
Pemahaman sains pada
masa Darwin masih
beranggapan bahwa makhluk
hidup mempunyai struktur
yang sangat sederhana
sehungga pembentukan sebuah
sel hidup dari
bahan tak hidup
sangat mungkin terjadi.
Saran
Semoga paper
ini dapat bermanfaat
bagi kita semua
baik saat ini
maupun yang akan
dating.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar